Fase E / Kelas X

Lembar Kerja Peserta

Penyusunan Prompt, Penurunan TP dari CP, dan Perancangan Asesmen Diferensiasi untuk Topik Pengukuran dan Besaran Fisis (Jangka Sorong & Mikrometer Sekrup).

1

Menyusun Prompt Dasar

Kerangka Peran-Konteks-Tugas-Format-Batasan

2

Menyusun TP dari CP

Penguraian Tujuan Pembelajaran dari Capaian Pembelajaran

Teks CP Mata Pelajaran (Fisika Fase E):
"Pada akhir fase E, peserta didik memiliki kemampuan untuk responsif terhadap isu-isu global dan berperan aktif dalam memberikan penyelesaian masalah. Kemampuan tersebut antara lain ... (dst) ... Peserta didik mampu mendeskripsikan gejala alam dalam cakupan keterampilan proses dalam pengukuran besaran fisis, perubahan iklim dan pemanasan global, pencemaran lingkungan, energi alternatif, dan pemanfaatannya."
No Tujuan Pembelajaran (TP) Prasyarat
1 Peserta didik mampu mengidentifikasi berbagai macam alat ukur besaran fisis (panjang, massa, waktu) serta menentukan alat ukur yang paling tepat berdasarkan objek yang akan diukur. Peserta didik sudah memahami perbedaan antara besaran pokok dan besaran turunan beserta satuannya.
2 Peserta didik mampu mendemonstrasikan penggunaan alat ukur panjang (jangka sorong dan mikrometer sekrup) dan membaca hasil pengukurannya dengan tingkat ketelitian yang benar. Peserta didik sudah memahami cara membaca skala pada alat ukur dasar (seperti mistar/penggaris) dan menguasai konsep bilangan desimal.
3 Peserta didik mampu menerapkan aturan angka penting, notasi ilmiah, dan nilai ketidakpastian dalam menyajikan data hasil pengukuran (tunggal maupun berulang). Peserta didik menguasai operasi hitung matematika dasar (penjumlahan, pengurangan, perkalian, pembagian) serta pembulatan angka.
3

Merancang Asesmen Diferensiasi

Varian instrumen untuk satu Tujuan Pembelajaran

TP yang diukur: Peserta didik mampu mendemonstrasikan penggunaan alat ukur panjang dan membaca hasil pengukurannya dengan tingkat ketelitian yang benar.

Varian Bentuk Instrumen Deskripsi Rubrik Singkat
A
(Profil Visual)
Tes Tertulis (Lembar Kerja Visual):
Siswa diberikan lembar kerja berisi beberapa gambar hasil bidikan skala jangka sorong dan mikrometer sekrup. Siswa diminta membaca dan menuliskan hasil pengukurannya.
  • Skor 4: Mampu menentukan skala utama & skala nonius dengan benar, hasil penjumlahan presisi, dan mencantumkan satuan baku dengan tepat.
  • Skor 3: Ada 1 kesalahan minor (misal salah baca nonius atau lupa satuan).
  • Skor 2: Hanya skala utama yang dibaca dengan benar.
  • Skor 1: Belum mampu membaca kedua skala.
B
(Profil Kinestetik)
Unjuk Kerja (Praktik Langsung):
Siswa diberikan beberapa benda nyata (seperti koin, kelereng, kertas HVS) dan alat ukur asli. Siswa diminta mempraktikkan cara mengukur objek tersebut dan menuliskannya di papan.
  • Skor 4: Prosedur mekanis penggunaan alat benar (cara menjepit/mengunci baut), arah pandangan mata tegak lurus (menghindari kesalahan paralaks), dan hasil bacaan akurat disertai satuan.
  • Skor 3: Prosedur benar, namun hasil bacaan kurang teliti.
  • Skor 2: Cara memegang/menggunakan alat kurang tepat sehingga sulit membaca hasil.
  • Skor 1: Tidak dapat mengoperasikan alat ukur sama sekali.
C
(Profil Auditori)
Tes Lisan (Wawancara Singkat):
Guru memberikan sebuah alat ukur yang sudah dikunci pada angka tertentu, lalu meminta siswa menjelaskan secara lisan langkah-langkah mendapatkan hasil ukur tersebut kepada guru.
  • Skor 4: Mampu menjelaskan langkah demi langkah secara logis, artikulasi jelas, menyebutkan angka skala utama, nonius, dan hasil akhir dengan lantang beserta satuannya.
  • Skor 3: Penjelasan runtut namun ada sedikit kebingungan saat menjumlahkan nilai desimal.
  • Skor 2: Terbalik dalam menjelaskan (bingung membedakan mana utama dan nonius).
  • Skor 1: Pasif dan tidak dapat menjelaskan alur pembacaan alat ukur.
4

Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)

Pemetaan Pembelajaran Topik Pengukuran Besaran Fisis (Alokasi: 6 JP / 3 Pertemuan)

Pertemuan Tujuan Pembelajaran (TP) Alur Kegiatan Pembelajaran Pokok
Pertemuan 1
2 x 45 menit
TP 1: Mengidentifikasi berbagai macam alat ukur besaran fisis serta menentukan alat ukur yang paling tepat berdasarkan objek yang akan diukur.
  • Review konsep besaran pokok, besaran turunan, dan satuan baku.
  • Eksplorasi alat ukur panjang, massa, dan waktu dalam kehidupan sehari-hari (mistar, neraca, stopwatch).
  • Diskusi Kasus: Peserta didik secara berkelompok memilih alat ukur yang tepat untuk mengukur benda spesifik dengan argumen logis.
Pertemuan 2
2 x 45 menit
TP 2: Mendemonstrasikan penggunaan alat ukur panjang (jangka sorong dan mikrometer sekrup) dan membaca hasil pengukurannya dengan tingkat ketelitian yang benar.
  • Mengenal bagian-bagian jangka sorong dan mikrometer sekrup (termasuk skala utama dan nonius/putar).
  • Praktik Berdiferensiasi: Melakukan eksperimen mengukur benda nyata (koin, kertas HVS) menyesuaikan gaya belajar (visual, auditori, kinestetik).
  • Asesmen formatif membaca hasil ukur dan meminimalisir kesalahan posisi (paralaks).
Pertemuan 3
2 x 45 menit
TP 3: Menerapkan aturan angka penting, notasi ilmiah, dan nilai ketidakpastian dalam menyajikan data hasil pengukuran (tunggal maupun berulang).
  • Memahami aturan penulisan angka penting dan operasi hitungnya (penjumlahan & perkalian).
  • Menuliskan nilai sangat besar/kecil dengan notasi ilmiah.
  • Pengolahan Data: Menghitung dan menyajikan data dari eksperimen sebelumnya lengkap dengan format nilai ketidakpastian pengukurannya.
5

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (Modul Ajar)

Fokus Eksekusi Pertemuan 2: Praktik Pengukuran Presisi Berdiferensiasi

🚀
15 Menit

Kegiatan Pendahuluan

  • Apersepsi & Motivasi: Guru menampilkan gambar mesin presisi tinggi (seperti mesin jam mekanik atau pesawat terbang) dan bertanya, "Apa yang terjadi jika ada selisih tebal 0.01 mm saja pada satu roda gigi ini?"
  • Tujuan Pembelajaran: Menyampaikan target hari ini yaitu praktik langsung menggunakan Jangka Sorong dan Mikrometer Sekrup.
  • Ice Breaking Singkat: Permainan konsentrasi visual (memperhatikan detail benda kecil di layar proyektor).
💡
60 Menit

Kegiatan Inti (Berdiferensiasi)

Siswa dibagi ke dalam kelompok berdasarkan gaya belajar atau tingkat kesiapan (Pemetaan Profil Belajar).

  • Kelompok Visual: Mengeksplorasi simulasi virtual interaktif (seperti O-Labs/PhET) untuk mengamati detail pergeseran rahang jangka sorong secara digital di layar sebelum menyentuh alat fisik.
  • Kelompok Kinestetik: Langsung berinteraksi dengan benda-benda nyata (koin 500 rupiah, kelereng, kertas HVS) menggunakan alat ukur fisik untuk merasakan rahang geser dan putaran thimble.
  • Kelompok Auditori: Berdiskusi aktif, saling membacakan hasil ukur skala utama dan nonius secara lisan dan mendengarkan feedback pembacaan dari tutor sebaya/guru.
  • Fasilitasi Guru: Berkeliling melakukan scaffolding dan mengoreksi jika ada siswa yang mengalami kesalahan paralaks (kesalahan akibat sudut pandang mata yang miring saat membaca skala).
🎯
15 Menit

Kegiatan Penutup & Refleksi

  • Presentasi Singkat: Perwakilan kelompok membagikan hasil ukur mereka dan menceritakan tantangan terbesar saat menggunakan alat ukur.
  • Refleksi Siswa: Menjawab di sticky notes: "Satu hal paling menakjubkan yang saya pelajari hari ini tentang ketelitian pengukur adalah..."
  • Tindak Lanjut: Penugasan kontekstual ringan (membawa kemasan produk di rumah untuk analisis angka penting pada pertemuan berikutnya).